anewsindonesia - Kerusuhan Pro-Navalny di rusia Mengecam pemerintah Vladimir Putin dan menuntut pembebasan pemimpin oposisi Alexie Navalny.
Polisi Rusia bentrok dengan pengunjuk rasa di Moskow dan menangkap setidaknya lebih dari 3.000 orang demonstran. Aksi unjuk rasa yang rusuh ini mengecam pemerintah Vladimir Putin dan menuntut pembebasan pemimpin oposisi Alexie Navalny. Navalny dinilai menjadi musuh paling menonjol bagi pemerintahan di Kremlin, menurut sebuah kelompok yang menghitung penahanan politik. protes di sejumlah kota pada Sabtu (23/1) dilakukan dalam suhu serendah minus-50 C (minus-58 F) Aksi unjuk rasa ini seakan menjadi sinyal bagaimana seorang oposisi Navalny berhasil membangun pengaruh jauh melampaui pusat-pusat politik dan budaya Moskow dan St. Petersburg.
Di Moskow, sekitar 15.000 demonstran berkumpul di dalam dan sekitar Lapangan Pushkin di pusat kota, di mana bentrokan dengan polisi pecah dan para demonstran secara kasar diseret oleh petugas anti huru hara berhelm ke bus polisi dan truk penahanan. Bahkan beberapa dipukul dengan tongkat. Polisi akhirnya mendorong demonstran keluar dari alun-alun. Ribuan orang kemudian berkumpul kembali di sepanjang bulevar yang lebar sekitar satu kilometer (setengah mil) jauhnya, banyak dari mereka melemparkan bola salju ke polisi sebelum bubar
Tonton Vidio nya di sini :
Menyukai Anonymous News Indonesia ? Follow Twitter dan Instagram kami agar kalian tidak ketinggalan postingan terbaru dari kami.