anewsindonesia - Guru berbagai detail di forum online tentang file mencurigakan yang di temukan di perangkat yang di kirim ke sekolah Bradford, inggris.
Malware yang mereka katakan tampaknya menghubungi server rusia, diyakini teleh di temukan di laptop yang di berikan ke beberapa sekolah.
Departemen pendidikan mengatakan pihaknya sadar dan segera menyelidiki.
"Kami megetahui masalah dengan sejumlah kecil perangkat. Dan kami sedang menyelidiki sebagai prioritas mendesak untuk menyelesaikan masalah tersebut secepat mungkin" kata Seorang penjabat DfE mengatakan kepada BBC news
"Tim DfE IT menghubungi mereka yang telah melaporkan masalah ini."
"Kami yakin ini tidak tersebar luas." imbuhnya
"Kami telah bekerja sama dengan Departemen pendidikan terkait masalah yang dilaporkan pada sejumlah kecil perangkat. Kami memberikan dukungan penuh selama penyelidikan mereka" Laporan dari Geo, perusahaan laptop yang mengatakan kepada BBC news.
"Kami menangani sema masalah keamanan dengan sangat seirus. Sekolah mana punyang memiliki masalah harus menghubungi Departemen pendidikan." Imbuhnya.
Menurut forum tersebut, laptop Windows berisi Gamarue.I, worm yang diindentifikasi oleh microsoft pada tahun 2012.
Pemerintah sejauh ini telah mengirim lebih dari 800.000 laptop ke sekolah, pada saat mencoba mendistribusikan lebih dari satu juta perangkat kepada siswa yang kurang beruntung yang mungkin tidak memiliki akses di rumah.
"Setelah membuka kontak dan menyiapkannya, ditemukan bahwa sejumlah laptop terinfeksi worm jaringan yang menyebar sendiri," tulis marium Haque, wakil direktur pendidikan dan Pembelajaran di Bradford Council.
Dia merekomendasikan agar sekolah juga memeriksa jaringan mereka "sebagai tindakan pencegahan tembahan".
Malware yang dimaksud menginstal spyware yang dapat mengumpulkan informasi tentang kebiasaan browsing, serta mengumpulkan informasi pribadi seperti detail perbankan.
Menyuka Anonymous News Indonesia ? Follow Twitter dan Instagram kami agar kalian tidak ketinggalan update terbaru dari kami.
Malware di temukan di laptop yang di berikan oleh pemerintah, Dok. BBC.
