anewsindonesia - Aplikasi yang sering digunakan untuk berbagi file antara pengguna dan perangkat lain yaitu SHAREit memiliki Bug yang tidak tertambal.
Aplikasi Android yang diunduh lebih dari satu miliar kali mengandung kerentanan yang belum ditambal selama lebih dari tiga bulan.
Kerentanan tersebut mempengaruhi versi Android, Aplikasi seluler yang memungkinkan pengguna untuk berbagi file dengan teman atau antar perangkat pribadi.
Bug dapat dieksploitasi untuk menjalankan kode berbahaya pada Smartphone tempat aplikasi SHAREit di install, Echo Duan, analisis ancaman seluler untuk perusahaan keamanan Trend Micro, mengatakan dalam sebuah laporan pada hari Senin.
Akar penyebab dari kelemahan keamanan adalah kurangnya pembatasan yang tepat tentang siapa yang dapat memanfaatkan kode aplikasi.
Duan mengatakan bahwa aplikasi berbahaya yang diinstall pada perangkat pengguna, atau penyerang yang melakukan serangan person-in-the-middle, dapat mengirim perintah berbahaya ke aplikasi SHAREit dan membajah fitur sahnya untuk menjalankan kode khusus, menimpa file lokal aplikasi, atau install aplikasi pihak ketiga tanpa sepengetahuan pengguna.
Selain itu, aplikasi ini juga rentan terhadap serangan seperti Man-in-the-Disk, jenis kerentanan yang pertama kali dijelaskan oleh Check Point pada tahun 2018 yang berkisar pada penyimpanan tidak aman dari sumber daya aplikasi sensitif di lokasi ruang penyimpanan ponsel, dengan aplikasi lain yang dapat dihapus, diedit, atau diganti oleh penyerang.
Pembuat aplikasi ini tidak menanggapi selama tiga bulan
"Kami melaporkan kerentanan ini kepada vendor yang belum merespons",kata Duan.
"Kami memutuskan untuk mengungkapkan penelitian kami tiga bula setelah melaporkan hal ini kerana banyak pengguna mungkin terpengaruh oleh serangan ini karena peterang dapat mencuri data sensitif", tambahnya.
Di situsnya, pengembang SHAREit mengklaim aplikasi mereka digunakan oleh 1,8 miliar pengguna dan lebih dari 200 negara di dunia, Kerentanan tidak memengaruhi aplikasi SHAREit iOS, yang berjalan pada basis kode yang berbeda.
Menyukai Anonymous News Indonesia ? Follow Twitter dan Instagram kami agar tidak ketinggalan update terbaru dari kami.
