anewsindonesia - Ketika protes terhadap junta Myanmar semakin meningkat, pasukan juga telah menangkap beberapa orang selama penumpasan anti-kudeta dan lisensi 5 perusahaan media independen juga telah di cabut.
Menurut laporan dari Voice of America (VOA), Dewan Militer pada hari Senin mengumumkan keputusannya untuk mencabut izin 5 perusahaan media independen di tengah laporan orang-orang bersenjata yang menggeledah kantor salah satu outlet dan penangkapan seorang editor yang meliput protes anti-kudeta.
Kelima perusahaan media tersebut adalah Myanmar Now, Khit Thit media, Democratic Voice of Burma (DVB), Mizzima dan 7 Day.
Mengutuk langkah yang dilakukan Junta Militer Myanmar tersebut, pemimpin Redaksi Mizzinma Soe Myint di salah satu postingan nya mengatakan Mizzima akan terus melawan kudeta militer dan untuk memulihan demokrasi dengan menerbitkan dan menyiarkan berbagai plafform media, termasuk Facebook.
Layanan VOA Burma telah melaporkan bahwa orang-orang bersenjata di 5 truk militer pada hari Senin mendatangi kantor Myanmar Now.
Mengutip dari layanan Burma, VOA selanjutnya melaporkan bahwa Sai Zin DD Zon, pemimpin redaksi Eastern Review, ditangkap Senin di ibu kota Negara bagian Shan, Taunggyi, saat meliput protes di tempat itu dan dibebaskan setelah menandatangani pernyataan yang berjanji tidak akan mengambil foto protes tersebut.
Sementara itu, ada laporan bahwa setidaknya 50 pengunjuk rasa telah ditangkap pada hari selasa selama penumpasan anti-kudeta di kota Myeik.
Militer myanmar melancarkan tindakan keras besar-besaran terhadap pengunjuk rasa anti-kudeta setelah menggulingkan pemerintah yang terpilih pada 1 Februari 2021 dan juga mematikan internet, penangkapan ratusan orang termasuk penasihat negara dan presiden.
Melakukan tindakan kekerasan terhadap pengunjuk rasa yang menyebabkan lebih dari 50 orang tewas.
Menyukai Anonymous News Indonesia ? Follow Twitter dan Instagram kami agar tidak ketinggalan postingan terbaru dari kami.
